Seperti yang kita ketahui bersama bahwa serangga termasuk lebah merupakan hewan penyerbuk, menurut para ahli lebih dari 70 % tanaman dimuka bumi ini diserbuki oleh lebah. Bayangkan apa yang akan terjadi jika kehidupan lebah punah? Kejadian belakangan ini akibat keserakahan manusia sendiri, mengexplorasi alam secara berlebihan tanpa memikirkan dampak negatif yang akan timbul dibelakang. Sebagai manusia yang hidup dibumi tentunya kita harus bertanggung jawab dalam memanfaatkan sumber data alam yang merupakan anugerah dari Alloh SWT. Bukan hanya kita manusia yang hidup saat ini, anak cucu juga berhak atas sumber daya alam yang luar biasa ini. Teori sederhananya adalah jika dalam 1 ha hutan ada 100 batang pohon, janganlah semua ditebang dengan membabi buta. Tebang sebagian saja dengan berjarak, segera tanam kembali pohon yang baru sebagai gantinya. Hutan dan bukit yang sudah gundul diterpa hujan 2 hari saja bisa meluluh lantakkan negeri. 25 November 2025 merupakan musibah besar yang dialami oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara & Sumatera Barat. Banjir dan longsor terlanjur merusak sebagian wilayah dengan dampak yang dahsyat. Sampai kapan kita seperti ini? Akankah kita terus abai dalam menjaga keseimbangan alam?
“Menjaga Keseimbangan Alam”
Salah satu cara menjaga keseimbangan alam dapat dilakukan dengan kembali menggiatkan reboisasi. Para pemilik HPH dan tanah- tanah konsesi wajib mematuhi peraturan dan perundang – undangan yang berlaku. Pemerintah wajib melakukan pengawasan yang terukur dan teratur. Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk kembali menanam pohon pada lahan – lahan kosong. Semua bisa kita kerjakan secara bersama – sama. Namun jika pemerintah sendiri ikut melakukan perusakan dengan memperkosa bumi secara brutal, ini yang sulit. Ketika mandat yang diberikan masyarakat tidak difungsikan dengan baik, maka kerusakan akan terus terjadi bahkan mungkin lebih parah dari yang kita alami tahun 2025 ini.
Sebagai bagian dari masyarakat di Tapanuli Bagian Selatan ( Tabagsel ) telah berdiri sebuah komunitas yang bernama ” Komunitas Penggiat Lebah Madu Tabagsel “. Komunitas ini bergerak dalam budi daya lebah madu jenis Apis Cerana dan Lebah Trigona dengan puluhan varian. Dengan beternak lebah masyarakat berkontribusi untuk menjaga ekosistem keanekaragaman hayati. Apa saja yang dihasilkan oleh penggiat lebah madu? Pertama dengan menanam pohon menambah cadangan oksigen dimuka bumi, Kedua menghasilkan madu yang merupakan nutrisi terbaik dari alam, memastikan madu yang dokonsumsi keluarga adalah madu murni dari nectar bunga tumbuh – tumbuhan, mendapatkan Bee Polen serta berpotensi memproduksi Propolis. Siapa yang tidak mengenal Propolis ? Propolis terbuat dari getah pepohonan yang diproses oleh lebah menjadi kantung madu. Dan Kantung madu lebah Trigona inilah bahan baku untuk membuat propolis. Kegiatan yang asyik bukan? #maribeternak lebah #jagasehatsebelumsakit
